TASIKMALAYA – Di tengah hiruk-pikuk pergerakan mahasiswa, Rumah Negarawan yang menjadi Sekretariat Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Daerah Tasikmalaya tetap istiqamah menjaga sisi spiritualitas kadernya. Setiap harinya, rumah ini menjadi saksi bisu lantunan ayat suci Al-Qur'an dan dzikir yang digemakan secara berjamaah.
Kegiatan dzikir dan tilawah bersama ini telah menjadi agenda rutin wajib bagi para penghuni sekretariat maupun kader yang berkunjung. Duduk bersimpuh melingkar, para mahasiswa ini sejenak melepas atribut aktivisnya untuk fokus menghamba, menciptakan suasana tenang yang kontras dengan padatnya jadwal diskusi dan aksi lapangan.
"Rumah Negarawan bukan sekadar tempat rapat atau koordinasi, tapi juga madrasah untuk menempa jiwa. Kami meyakini bahwa kekuatan pemikiran dan gerakan harus bermula dari kedekatan kepada Allah SWT," ujar salah satu perwakilan pengurus.
Tradisi ini diharapkan dapat mencetak kader-kader yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan tangguh secara politik, tetapi juga memiliki kebersihan hati dan ketenangan jiwa dalam menghadapi berbagai dinamika sosial di Tasikmalaya.
Melaksanakan dzikir petang dan tilawah Al-Qur'an secara rutin memiliki dampak yang luar biasa bagi seorang muslim, terutama bagi para pengemban dakwah. Berikut adalah ringkasannya:
Menyatukan dzikir dan tilawah dalam rutinitas harian adalah cara terbaik untuk menjaga stabilitas iman. Bagi seorang "Negarawan", kekuatan spiritual adalah bahan bakar utama agar perjuangan tetap berada di jalur yang benar (istiqamah).