TASIKMALAYA, 12 Juni 2026 – Gelombang protes massa yang terdiri dari berbagai elemen mahasiswa dan pelajar memadati jalanan Kota Tasikmalaya hari ini, Jumat (12/6/2026). Aksi yang diinisiasi oleh Cipayung Plus Tasikmalaya dan Poros Pelajar ini merupakan respon tegas atas kebijakan pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai sangat memberatkan ekonomi rakyat.
Massa aksi mulai berkumpul di GOR Sukapura pada pukul 13.00 WIB sebelum bergerak menuju dua titik utama, yakni Depot Pertamina Tasikmalaya dan Gedung DPRD Kota Tasikmalaya. Pantauan langsung di lapangan menunjukkan para peserta aksi membawa spanduk serta poster tuntutan dan melakukan orasi secara bergantian untuk menyuarakan aspirasi mereka. Di Depot Pertamina, massa sempat melakukan audiensi dengan manajer setempat dan melakukan aksi duduk (sit-in) sebagai bentuk protes damai.
Penderitaan Rakyat di Tengah Kenaikan Harga Kenaikan harga yang menjadi pemicu utama adalah jenis Pertamax (RON 92) yang melonjak tajam dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026. Selain itu, Pertamax Green 95 juga mengalami kenaikan menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikan ini terjadi di tengah kondisi masyarakat yang sudah terhimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, termasuk karut-marutnya sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB/PCMB) di Jawa Barat yang membuat orang tua kian pusing.
"Rakyat seperti disiksa bertubi-tubi oleh kebijakan pejabat. Pejabat anggap gampang, rakyat jadi korban," ungkap Roni Subagja, salah satu warga yang terdampak kondisi ekonomi saat ini. Dewan Pengurus Pusat Persatuan Ummat Islam (DPP PUI) juga menyoroti bahwa kenaikan ini akan memicu efek domino pada biaya logistik yang mengancam keberlangsungan UMKM dan menggerus daya beli masyarakat prasejahtera.
Respons Pemerintah dan Penegakan Hukum Di sisi lain, PT Pertamina Patra Niaga menyatakan bahwa penyesuaian harga ini dilakukan karena tensi geopolitik internasional yang mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, di mana harga keekonomian asli Pertamax sebenarnya sudah mencapai Rp20.000 hingga Rp21.000 per liter. Menyikapi dinamika ini, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, telah menggelar rapat koordinasi dengan Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas ekonomi dan mengendalikan inflasi daerah yang saat ini berada di angka 2,82 persen.
Hingga berita ini diturunkan, suasana aksi di Kota Tasikmalaya terpantau kondusif. Pihak kepolisian tetap melakukan pengamanan sesuai dengan Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2012 untuk menjamin hak warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum secara legal, aman, dan tertib. Massa menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini hingga ada solusi nyata bagi kesejahteraan rakyat kecil