KAMMI Book Party Digelar di Alun-Alun Dadaha, Hadirkan Ruang Literasi, Diskusi, dan Refleksi Dakwah
Berita

KAMMI Book Party Digelar di Alun-Alun Dadaha, Hadirkan Ruang Literasi, Diskusi, dan Refleksi Dakwah

Penulis: KAMMI KomsatUnsil 23 August 2026

Tasikmalaya, 23 Agustus 2026 — Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Al-Qossam menggelar KAMMI Book Party di Alun-Alun Dadaha, Kota Tasikmalaya, pada Ahad (23/8/2026). Kegiatan yang terbuka untuk umum ini menjadi ruang untuk meningkatkan minat baca sekaligus berdiskusi, berbagi pengalaman, melatih kemampuan berbicara, dan belajar menjadi pendengar yang baik.

Kegiatan dibuka oleh Farhan selaku Ketua Pelaksana. Para peserta kemudian mengikuti sesi silent reading selama 15 menit. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab interaktif mengenai buku yang dibaca serta berbagai pengalaman dan pelajaran yang dapat diambil dari bacaan tersebut.

Beragam buku menjadi pilihan peserta, di antaranya Baitul Maqdis for Dummies karya Ustaz Felix Siauw, Saat-Saat Terakhir Rasulullah karya Helmi Hidayat, hingga Seporsi Mie Ayam Sebelum Mati. Perbedaan bacaan tersebut memberikan warna dalam diskusi karena setiap peserta membawa sudut pandang dan pengalaman yang berbeda.

Selain membahas isi buku, diskusi juga berkembang menjadi refleksi mengenai dakwah dan cara menyikapi manusia yang sedang berada dalam kesalahan. Salah satu pembahasan yang mengemuka adalah bahwa dakwah tidak semata-mata berorientasi pada hasil, yaitu apakah seseorang yang didakwahi langsung berubah menjadi baik atau tidak. Dakwah juga perlu berorientasi pada proses dan cara yang dicontohkan Rasulullah SAW, yaitu menyampaikan kebaikan dengan penuh kasih sayang dan menjadi rahmat bagi seluruh alam.

Dalam proses tersebut, peserta diajak untuk memahami pentingnya menghindari sikap menyudutkan, mendiskriminasi, maupun menghakimi seseorang karena kesalahan yang dilakukannya. Manusia yang sedang berada dalam "kegelapan" dosa tidak semestinya hanya dinilai dari kesalahannya, tetapi juga didoakan agar mendapatkan hidayah dan diberikan ruang untuk berubah.

"Kita belajar merangkul, bukan memukul. Semampu kita, dengan cara-cara yang baik," menjadi salah satu refleksi yang muncul dalam diskusi. Sikap tersebut menjadi pengingat bahwa dakwah membutuhkan kesabaran, kebijaksanaan, dan keteladanan dalam menghadapi berbagai karakter manusia.

Pembahasan juga menyinggung bagaimana Rasulullah SAW membangun generasi umat terdahulu melalui penguatan keilmuan dan pembentukan pondasi terlebih dahulu. Keilmuan menjadi salah satu bekal penting agar umat memiliki kesiapan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Semakin berat tantangan zaman, semakin penting pula membangun fondasi ilmu, iman, dan karakter yang kuat.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat, bertukar pengalaman, serta saling menghargai pandangan yang berbeda. Dengan demikian, KAMMI Book Party tidak hanya menjadi ruang untuk membaca buku, tetapi juga menjadi ruang untuk belajar memahami manusia, bertukar gagasan, dan merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan.

KAMMI Komisariat Al-Qossam berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi salah satu ruang positif untuk menumbuhkan budaya membaca serta berdiskusi di masyarakat. Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kota Tasikmalaya, untuk meningkatkan minat baca dan membangun budaya intelektual yang berlandaskan ilmu, nilai, serta sikap saling menghargai.

Galeri Foto

Bagikan: