Membangun Karakter Pemimpin dari Dalam melalui Mutabaah
Berita

Membangun Karakter Pemimpin dari Dalam melalui Mutabaah

Penulis: 032_Mohamad Yahya Al-Fadil_A 14 April 2026
Bukan Sekadar Kumpul Biasa ​Kegiatan yang berlangsung secara lesehan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Dalam pantauan di lokasi, para peserta tampak duduk melingkar dengan fokus yang dalam, mengevaluasi catatan harian mereka terkait pencapaian ibadah, kedisiplinan belajar, hingga kontribusi sosial selama sepekan terakhir.

TASIKMALAYA — Di sebuah ruangan sederhana dengan dinding bernuansa hijau dan deretan piala yang berjajar rapi, semangat kepemimpinan sedang dipupuk. Sejumlah aktivis muda yang tergabung dalam komunitas Rumah Negarawan menggelar agenda rutin Mutabaah (evaluasi pribadi) sebagai bagian dari penguatan integritas diri.
​Bukan Sekadar Kumpul Biasa
​Kegiatan yang berlangsung secara lesehan ini menciptakan suasana kekeluargaan yang erat. Dalam pantauan di lokasi, para peserta tampak duduk melingkar dengan fokus yang dalam, mengevaluasi catatan harian mereka terkait pencapaian ibadah, kedisiplinan belajar, hingga kontribusi sosial selama sepekan terakhir.
​"Mutabaah adalah cermin bagi kami. Sebelum mencoba memimpin bangsa, kami harus mampu memimpin diri sendiri terlebih dahulu," ujar salah satu peserta di sela-sela diskusi.
​Poin Utama Evaluasi
​Dalam sesi kali ini, terdapat tiga poin utama yang menjadi fokus pembahasan:

  • ​Kedisiplinan Spiritual: Menjaga konsistensi ibadah harian sebagai fondasi moral.
  • ​Manajemen Waktu: Menyeimbangkan antara tanggung jawab organisasi dan akademik.
  • ​Refleksi Sosial: Sejauh mana kehadiran mereka memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

​Simbol Perjuangan

​Kehadiran atribut organisasi dan bendera daerah di dinding ruangan menjadi pengingat bahwa proses evaluasi ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan bagian dari persiapan menjadi "Negarawan" masa depan yang akan membawa perubahan bagi Tasikmalaya dan Indonesia.
​Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen untuk memperbaiki kekurangan di pekan mendatang. Di Rumah Negarawan, setiap kesalahan hari ini dipandang sebagai bahan bakar untuk perbaikan esok hari.

Bagikan: